Artis dan Selebgram Hanna Arinawati, Definisi Beauty, Brain, Behavior
Jakarta - Selasa, 20 Januari 2026 - Nama Hanna Arinawati, S.H., M.Kn. dikenal luas sebagai artis dan selebgram yang aktif di media sosial. Namun, daya tarik Hanna tidak berhenti pada penampilan semata. Banyak orang menilai ia menjadi gambaran sederhana dari konsep yang sering disebut di kalangan anak muda, yaitu beauty, brain, dan behavior. Cantik, cerdas, lalu punya sikap yang baik. Tiga hal ini terasa menyatu dalam perjalanan hidup Hanna, terutama karena ia tidak hanya tampil di depan kamera, tetapi juga konsisten membangun dirinya lewat pendidikan dan kegiatan yang bermanfaat.
Hanna menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia menyelesaikan Sarjana Hukum dengan predikat cumlaude dan disebut sebagai lulusan terbaik program sarjana pada 2022. Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister Kenotariatan di FHUI pada periode 2022 hingga 2024. Dari proses akademik ini, Hanna kemudian dipercaya menjadi staf pengajar sejak 2024 pada bidang studi yang berkaitan dengan Hukum Islam dan Hukum Adat, serta terlibat mengajar di lingkungan Program Studi S2 Magister Kenotariatan. Bagi banyak orang, pencapaian ini adalah bukti bahwa “brain” bukan sekadar label, tetapi hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin.
Di tengah perjalanan akademiknya, Hanna tetap aktif sebagai public figure. Ia dikenal sebagai selebgram, content creator, model, hingga bintang iklan. Ia juga pernah terlibat dalam proyek shooting untuk sejumlah brand, seperti Google, KAO Indonesia, Ria Miranda, Sentosa Senayan, dan Acnes Skincare. Aktivitas tersebut memperlihatkan sisi “beauty” yang selama ini melekat pada dirinya. Namun yang menarik, Hanna tidak menjadikan kecantikan sebagai satu-satunya modal. Ia menempatkan penampilan sebagai bagian dari profesi, sementara kualitas diri dibangun lewat pendidikan, kemampuan komunikasi, dan ketekunan.
Kombinasi itu terlihat dari cara Hanna hadir di ruang publik. Ia bukan hanya tampil untuk hiburan, tetapi juga sering membawakan topik yang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama anak muda. Hanna dikenal aktif menjadi pembicara pada berbagai kegiatan yang mengangkat isu kesehatan mental dan pengembangan diri. Ia menyampaikan pesan “If you really love yourself, you realize that another person's beauty or success doesn't take away from your own”. Artinya "Jika kamu benar-benar mencintai dirimu sendiri, kamu menyadari bahwa kecantikan atau kesuksesan orang lain tidak mengurangi milikmu sendiri."
Banyak orang terjebak dalam pola pikir kompetitif yang salah, di mana mereka percaya bahwa keberhasilan orang lain berarti kekalahan bagi diri mereka. Kalimat ini mengingatkan bahwa dunia ini memiliki ruang yang cukup untuk semua orang bersinar. Cahaya orang lain tidak meredupkan cahayamu. Jika temanmu sukses, itu tidak membuatmu gagal. Jika orang lain cantik/tampan, itu tidak membuatmu menjadi buruk rupa.
Mencintai diri sendiri (self-love) bukan sekadar perawatan fisik, tetapi tentang kestabilan batin. Ketika kamu merasa "cukup" dengan dirimu sendiri, kamu tidak akan merasa terancam (insecure) oleh kelebihan orang lain. Rasa iri atau dengki biasanya muncul bukan karena orang lain hebat, tetapi karena ada bagian dalam diri kita yang merasa kurang atau tidak dicintai.
Kutipan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa setiap orang punya jalurnya masing-masing. Membandingkan "halaman 1" kehidupanmu dengan "halaman 100" kehidupan orang lain adalah hal yang tidak adil bagi dirimu sendiri. Kecantikan dan kesuksesanmu memiliki definisi, waktu, dan bentuk yang unik, yang tidak bisa ditukar atau dikurangi oleh pencapaian orang lain.
Bayangkan sebuah taman bunga. Keindahan bunga mawar yang merah merekah sama sekali tidak mengurangi keindahan bunga melati yang putih dan harum. Keduanya indah dengan caranya masing-masing, dan keberadaan satu bunga tidak membatalkan keberadaan bunga lainnya.
Sikap seperti inilah yang sering dianggap sebagai bagian dari “behavior”. Hanna pernah bercerita bahwa ia memiliki pengalaman pribadi yang tidak selalu mudah, termasuk pernah menghadapi perundungan saat SMA. Dari pengalaman itu, ia memilih untuk tidak larut dalam luka, tetapi menjadikannya alasan untuk menguatkan orang lain. Banyak pengikutnya merasa lebih dekat karena Hanna tidak hanya menunjukkan sisi indah, tetapi juga membagikan pelajaran hidup yang membuatnya tumbuh. Ia menegaskan bahwa setiap orang punya jalannya sendiri, dan semua orang bisa berkembang selama mau mencoba dan belajar.
Di lingkungan profesional, kemampuan komunikasi Hanna juga terlihat. Ia pernah menjadi pembicara pelatihan public speaking di PT Timah, Pangkalpinang, Bangka. Dalam pelatihan tersebut, Hanna membekali karyawan dengan keterampilan berbicara di depan umum, menjadi pembawa acara, menjadi moderator, dan mengelola media sosial. Ia juga tercatat menjadi pembicara pada talkshow Bank Mandiri tentang sustainability, literasi keuangan dan peran mahasiswa sebagai agent of change. Kehadiran Hanna di ruang-ruang seperti ini membuat sosoknya tidak hanya dikenal sebagai selebgram, tetapi juga sebagai orang yang bisa membawa nilai dan keterampilan yang berguna.
Dari sisi digital, Hanna juga dikenal sebagai kreator yang bekerja sama dengan ekosistem Google di Indonesia, sehingga ia sering disebut sebagai Influencer Google Indonesia atau Brand Ambassador Google. Bagi anak muda, pencapaian ini menarik karena memperlihatkan bahwa media sosial bisa menjadi jalan karier yang serius jika dijalankan dengan konsisten. Hanna membuktikan bahwa personal branding bukan soal pencitraan semata, tetapi tentang bagaimana seseorang membangun reputasi melalui konten, perilaku, dan kontribusi.
Konsep beauty, brain, dan behavior sering kali terdengar seperti slogan. Namun dalam kisah Hanna, konsep itu terasa lebih nyata. Beauty terlihat dari perannya sebagai model dan bintang iklan. Brain tercermin dari latar pendidikan dan kiprah akademiknya di FHUI. Sementara behavior terlihat dari pesan yang ia bawa, cara ia menggunakan pengalamannya untuk memotivasi orang lain, dan upayanya untuk memberi manfaat melalui pelatihan serta forum yang ia isi.
Bagi banyak orang, perjalanan Hanna bisa menjadi pengingat bahwa menjadi menarik tidak harus berhenti pada tampilan luar. Kecantikan akan lebih bermakna ketika dibarengi pengetahuan dan sikap yang baik. Hanna juga memperlihatkan bahwa anak muda bisa aktif mencoba banyak hal selama punya tujuan yang jelas dan tetap menjaga tanggung jawab. Ia mengajak generasi muda untuk berani mengambil kesempatan, mengeksplor hal positif, dan terus mencari versi terbaik dari diri sendiri.
Sosok Hanna Arinawati bukan hanya tentang popularitas, tetapi tentang bagaimana ia membangun diri dan memperluas dampak. Ia hadir sebagai contoh bahwa seseorang bisa tetap berkarya di dunia kreatif, sambil menumbuhkan prestasi akademik dan membawa pesan positif untuk sekitar. Hanna menunjukkan bahwa beauty, brain, dan behavior bukan hal yang harus dipilih salah satu, tetapi bisa berjalan bersama jika dijalani dengan niat baik, kerja keras, dan konsistensi.